pembelajaran untuk memperbaiki kehidupan hari ini, esok dan akan datang

Minggu, 19 Februari 2012

Sirajul Huda, Budayawan yang Mengaku Gaptek

Memasuki kegiatan sore aruh blogger 2012 pada hari kedua Minggu (19/2) disajikan wacana budaya dan tradisi. Seorang budayawan 'Sirajul Huda' terpilih memberikan informasi kepada peserta dan undangan berbagai pengetahuan sejarah seperti kebudayaan sungai masyarakat Banjar, istilah dan asal usul 'urang banjar' serta pesebaran suku-suku di Kalimantan Selatan. Bang Sirajul Huda juga berseloroh tentang sajian talkshow yang tidak multimedia sebagaimana penyaji sebelumnya. Saya memang gaptek - katanya menimpali cara penyajian materinya. Namun, dengan gaya lisan dan bercerita pun ternyata peserta dan undangan terkesima menikmati tuturan seputar kebudayaan banjar.  Walaupun hanya disaksikan sebagian kecil peserta dan undangan, bang Sirajul Huda tetap membangkitkan semangat dengan kisah dan cerita perantauan urang banjar ke luar Kalimantan Selatan dari Tambilahan Riau hingga kota Malaka di Malaysia.

Berikutnya beliau bercerita banyak tentang tradisi masyarakat yang hingga sekarang terus dilestarikan seperti 'ba'ayun maulid' serta berbagai tradisi lisan seperti lamut, pantun, syair hingga yang sudah langka dan jarang ditemui yaitu 'gundam'  begitu pula tarian dan seni rupa menjadi santapan peserta aruh. Malah, Cak Novi dari komunitas bloger surabaya pun tertarik bertanya tentang budaya membaca shalawat nabi yang disukai masyarakat banjar. Kemudian seorang peserta menanyakan adanya garis keturunan sebagai persyaratan untuk menguasai suatu tradisi sehingga di luar ranah garis darah itu sulit untuk belajar dan memiliki tradisi sehingga langka. Lain lagi urang banjar yang juga blogger bertopi Hy-Munk bertanya tentang sulitnya pustaka tradisi masyarakat banjar sebagai 'wadah betakun' baik lisan maupun tertulis, malah bagaimana seorang blogger dapat berperan menjadi media informasi budaya banjar lebih luas. Bang Sirajul Huda pun dengan sabar dan penuh informatik menjawab dan menyampaikan jawaban kepada peserta dari sejarah munculnya tradisi 'syair el habsyi' di masyarakat banjar, kemudian kebiasaan tutur lebih dominan dari tulis, dan rendahnya partisipasi pemerintah mengangkat budaya banjar. Puas, inilah wilayah blogger untuk mencari dan menemukan sebuah tradisi yang langka dan sulit informasinya. Dan, Bang Sirajul Huda pun bertekad untuk menjadi seorang blogger guna menyajikan pustaka tradisi dan budaya banjar yang dimiliki agar semua dapat disebarluaskan melalui jejaring sosial, ditunggu Pak!
 

2 komentar:

  1. Mantap, semoga akan terus berlanjut di masa yang akan datang acara seperti ini.

    BalasHapus
  2. SAmaa donk,,, lun gaptek jua,, malah lun lebih parah karena kada mangarti budaya Banjar :)

    BalasHapus